Teknologi Distributed Ledger untuk Transparansi Rantai Pasok Obat dalam Layanan Kesehatan Publik : Tinjauan Literatur Sistematis

Authors

  • Lusianto Universitas Komputer Indonesia
  • Rizki Adha Universitas Komputer Indonesia
  • Dodi Syaripudin Universitas Komputer Indonesia
  • Estiko Rijanto Badan Riset dan Inovasi Nasional
  • Irawan Afrianto Universitas Komputer Indonesia
  • Irfan Dwiguna Sumitra Universitas Komputer Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.70247/jumistik.v5i1.267

Keywords:

Rantai Pasok Farmasi, Hyperledger Fabric, Prolanis, Smart Contract, Provenance Obat

Abstract

Sektor kesehatan publik Indonesia, khususnya program Prolanis BPJS, menghadapi tantangan kritikal berupa peredaran obat palsu dan ketidakakuratan data inventaris. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) berbasis pedoman PRISMA 2020 untuk mengevaluasi solusi teknologi yang tepat. Hasil analisis terhadap 36 artikel terpilih merekomendasikan adopsi Hyperledger Fabric Consortium Blockchain yang terintegrasi dengan IoT dan kode QR/NFC. Arsitektur ini dinilai efektif menjamin keaslian obat (provenance), mengotomatisasi manajemen stok melalui smart contract, serta menyeimbangkan transparansi publik dengan privasi data pasien sesuai regulasi. Meskipun terdapat tantangan pada interoperabilitas sistem lama dan infrastruktur, studi ini mengusulkan peta jalan implementasi bertahap, mulai dari percontohan di Bandung hingga ekspansi nasional, guna memperkuat rantai pasok farmasi di negara berkembang.

Kata Kunci: Rantai Pasok Farmasi, Hyperledger Fabric, Prolanis, Smart Contract, Provenance Obat.

Published

2026-06-07